Hati-hati Wanita, Bahaya Mencukur Bulu Kemaluan |
Sunday, March 15, 2015
0
comments
ITU DEWA - Kebanyakan wanita akan risih dengan kehadiran bulu-bulu halus di sekitar kemaluannya. Tak jarang kaum hawa melakukan inisiatif dengan mencukur bulu kemaluan untuk menghilangkan rasa risihnya tersebut. Namun, Anda harus waspada. Karena mencukur bulu kemaluan hingga gundul akan menimbulkan bahaya serius, diantarany infeksi, terluka, gatal parah, hingga ruam merah berdasarkan studi terbaru.
Memang, tidak semua wanita mencukur bulu pubis, tapi menurut peneliti di Amerika Serikat, 87 persen wanita melakukan hal ini. Mereka menghilangkan bulu di sekitar vagina dengan menggunakan pisau cukur maupun lilin paling tidak sekali dalam hidupnya, seperti yang telah dilansir Daily Mail, pada tahun 2014 lalu.
Alih-alih menghilangkan rasa risih, malah justru dua per tiga dari partisipan melaporkan mengalami dampak tak menyenangkan yang berhubungan dengan kesehatan. Sebagian besar mereka mengeluhkan masalah di seputar kemaluannya, misal kulit terluar (epidermis) lecet, memar, bahkan alergi.
Tapi menariknya, studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menyebutkan, wanita gemuk atau obesitas ditemukan dua kali lebih mungkin mengalami dampak buruk mencukur bulu kemaluan.
Sebanyak setengah partisipan akhirnya berhenti melakukan rutinitas mencukur bulu pubis pasca mengalami dampak buruk tersebut. Sedang partisipan lain menghentikan hal itu karena mengalami dampak buruk, yaitu aktivitas seksual berkurang. Mereka yang ingin hamil dan pasangan menginginkan, menjadikan alasan bagi partisipan lain menghentikan kebiasaan tersebut.
Baca Juga Artikel
Ciri ciri Kanker Serviks Setelah Kronis
8 Tips Cara Cepat Hamil
Dari hasil penelitian ini, tentu dapat memberikan masukan bagi wanita untuk berhati-hati dalam mencukur bulu kemalauan. Perhatikan bagaimana kebersihan alat pemotong bulu kemaluan, supaya tidak terjadi infeksi.
Contact Person
YM : ITUDEWA
BBM : 53121038
WECHAT : ITUDEWA
SMS/TLP : +85585623558
FB : ITUDEWA






0 comments:
Post a Comment